Minggu, 14 Desember 2014

PROSES ASUHAN FISIOTERAPI


PROSES ASUHAN FISIOTERAPI dalam menangani kasus Nyeri pada Tennis Elbow tipe II
ASSESMENT
1.      Pemeriksaan Umum
a.       Anamnesis meliputi identitas penderita seperti nama, usia, alamat, pekerjaan, umur, gejala/keluhan, dll.
2.      Pemeriksaan Khusus dan Sistem Review
a.       Pemeriksaan inspeksi dalam posisi penderita statis dan dinamis.
b.      Pemeriksaan fungsi dasar, meliputi pemeriksaan gerakan pasif, aktif dan tes isometrik melawan tahanan pada sendi siku dan pergelangan tangan.
c.       Pemeriksaan spesifik meliputi palpasi, tes tennis elbow (melakukan backhand), tes penguluran
3.      Pemeriksaan Fisik meliputi Palpasi daerah, Menolak ekstensi pergelangan tangan, Menolak perpanjangan jari tengah.
Hasil assessment adalah sebagai berikut :
1.      Lokasi keluhan utama yaitu nyeri kira-kira 1-2 cm di daerah pingir dari sendi siku tepatnya di area epicondylus lateralis humeri ;
2.      Sifatnya yakni terjadi kelemahan pada otot-otot pergelangan tangan sehingga terjadi penurunan aktifitas fungsional seperti ketidakmampuan membuka pintu yang bergagang;
3.      Timbulnya nyeri di sendi siku bagian luar ketika tangan ekstensi dan sendi pergelangan tangan melawan tahanan.
DIAGNOSA
Terjadi gangguan kinerja otot, ROM, dan penurunan aktivitas fungsional yang diakibatkan oleh robekan kecil tendon pada otot ektensor carpi radialis brevis
PROGNOSIS
1.      Pasien mengalami nyeri yang hebat disebakan adanya peningkatan dari reseptor nyeri sehingga daerah siku terasa perih atau nyeri.
2.      Setelah melakukan treatment maka pasien dapat pulih 70% untuk melakukan gerak dan fungsi secara normal.
PLANNING
1.       Jangka Pendek :  Rasa nyeri Pasien dapat berkurang/hilang sehingga mampu melakukan fleksi, eksensi, dan rotasi lengan.
2.       Jangka Panjang : Pasien mampu melakukan aktivitas fungsional secara normal.
INTERVENSI
1.      Continuous Electro Magnetic 27 MHz
Tujuan terapi arus 27 MHz ini adalah menurunkan aktifitas noxe sehingga nyeri berkurang, meningkatkan elastisitas jaringan dan sebagai preliminary exercises.
2.      Massage
Teknik yang digunakan adalah friction yang ditujukan untuk kapsul sendi, antara caput dan capitas, otot dan ligament, serta otot dengan otot dengan tujuan untuk menghancurkan jaringan fibrous yang timbul serta memperlancar peredaran darah.
3.      Exercise Therapy
Exercise yang diberikan berupa Hold Relax yang berarti suatu teknik relaksasi dan penguluran otot antagonis yang bertujuan untuk menambah luas gerakan sendi dan memperoleh relaksasi otot antagonis.
4.      Activity of Daily Living (ADL)
Aktifitas sehari-hari yang diberikan pada penderita ini adalah menyisir rambut, mengepel, menimba air dengan memakai katrol, menyapu, memeras cucian, dan lain-lain dengan tujuan agar anggota gerak yang sakit dapat beraktifitas secara maksimal kembali seperti semula.

9 komentar: