PROSES ASUHAN FISIOTERAPI dalam menangani kasus
Nyeri pada Tennis Elbow tipe II
ASSESMENT
1. Pemeriksaan Umum
a. Anamnesis meliputi identitas
penderita seperti nama, usia, alamat, pekerjaan, umur, gejala/keluhan, dll.
2.
Pemeriksaan
Khusus dan Sistem Review
a. Pemeriksaan inspeksi dalam posisi
penderita statis dan dinamis.
b. Pemeriksaan fungsi dasar, meliputi
pemeriksaan gerakan pasif, aktif dan tes isometrik melawan tahanan pada sendi
siku dan pergelangan tangan.
c. Pemeriksaan spesifik meliputi
palpasi, tes tennis elbow (melakukan
backhand), tes penguluran
3. Pemeriksaan Fisik meliputi Palpasi daerah, Menolak
ekstensi
pergelangan tangan, Menolak
perpanjangan jari tengah.
Hasil assessment adalah sebagai
berikut :
1. Lokasi keluhan utama yaitu nyeri kira-kira
1-2 cm di daerah pingir dari sendi siku tepatnya di area epicondylus lateralis
humeri ;
2.
Sifatnya
yakni terjadi kelemahan pada otot-otot pergelangan tangan sehingga terjadi
penurunan aktifitas fungsional seperti ketidakmampuan membuka pintu yang
bergagang;
3. Timbulnya nyeri di sendi siku bagian
luar ketika tangan ekstensi dan sendi pergelangan tangan melawan tahanan.
DIAGNOSA
Terjadi gangguan kinerja otot, ROM,
dan penurunan aktivitas fungsional yang diakibatkan oleh robekan kecil
tendon pada otot ektensor
carpi radialis brevis
PROGNOSIS
1. Pasien
mengalami nyeri yang hebat disebakan adanya peningkatan dari reseptor nyeri
sehingga daerah siku terasa perih atau nyeri.
2. Setelah
melakukan treatment maka pasien dapat pulih 70% untuk melakukan gerak dan fungsi secara normal.
PLANNING
1.
Jangka
Pendek : Rasa nyeri Pasien dapat
berkurang/hilang sehingga mampu melakukan fleksi, eksensi, dan rotasi lengan.
2.
Jangka
Panjang : Pasien mampu melakukan aktivitas fungsional secara normal.
INTERVENSI
1. Continuous
Electro Magnetic 27 MHz
Tujuan terapi arus 27 MHz ini adalah menurunkan aktifitas noxe
sehingga nyeri berkurang, meningkatkan elastisitas jaringan dan sebagai preliminary
exercises.
2.
Massage
Teknik yang digunakan
adalah friction yang ditujukan
untuk kapsul sendi, antara caput dan
capitas, otot dan ligament, serta otot dengan otot dengan tujuan untuk
menghancurkan jaringan fibrous yang timbul serta memperlancar peredaran darah.
3. Exercise Therapy
Exercise yang diberikan berupa Hold Relax yang
berarti suatu teknik relaksasi dan penguluran otot antagonis yang bertujuan
untuk menambah luas gerakan sendi dan memperoleh relaksasi otot antagonis.
4. Activity
of Daily Living (ADL)
Aktifitas sehari-hari yang diberikan pada
penderita ini adalah menyisir rambut, mengepel, menimba air dengan memakai
katrol, menyapu, memeras cucian, dan lain-lain dengan tujuan agar anggota gerak
yang sakit dapat beraktifitas secara maksimal kembali seperti semula.
Nice, 90
BalasHapusjek mantap.... 90 buat mu... :D
BalasHapusleave comment yaa di blog ku informasifisioterapi.blogspot.com di mari mengenal fisioterapi
satu komen anda sangatlah berarti..
terimakasih :)
azegh,good job ya tann nilainya 90 :)
BalasHapusNilai 90 kk intan
BalasHapusspesial dari aku buat kamu nilai 90
BalasHapuswaaa, infonya bermanfaat banget nih. 90 deh buat kamu
BalasHapusWow, 90 deh buat mogek :)
BalasHapusgood job tan
BalasHapus90 ya
Keren tan 90 okeee :D
BalasHapus